Saturday, June 6, 2015

PRESS RELEASE PART 1 PKMFT UNJ 2015

PART 1 PKMFT UNJ 2015 - 6 JUNI 2015
Oleh : Rakha Ramadhana (1) T.Elektro / PTIK / 2014
Tema : Pemimpin yang Berkarakter Religius, Berpikir, dan Bertindak Solutif
Pembicara : Muhammad Yusro (Dosen Fakultas Teknik)
Tanggal : 6 Juni 2015
Jumlah Peserta : 106 orang
            Seperti pada PRA PKMFT UNJ 2015, acara dimulai dengan baris-berbaris untuk memasuki Lobi Gedung Sertifikasi Guru, dari jam yang telah dipersiapkan oleh panitia yaitu 07.00 sampai 07.30. Dalam agenda PKMFT part 1 kali ini, pengurangan nilai dalam ketelatan lebih diberatkan, yaitu dengan pengurangan nilai individu minus 10. Dengan di berikan jarkoman seperti ini, para peserta yang datang tepat waktu meningkat, tetapi kedatangan seluruh peserta pada part 1 ini cenderung untuk berkurang, dari yang pada pra dihadiri oleh 137 peserta, saat ini pada part 1 dihadiri oleh 106 peserta. Namun, karena hal ini adalah pelatihan, pasti banyak peserta yang terseleksi dengan sendirinya.
            Pada 07.30, para peserta yang datang telat mulai diberi ganjaranya masing-masing, sementara kami yang datang tepat waktu mendapatkan waktu untuk beristirahat, sarapan dan mengisi absen terlebih dahulu. Setelah para peserta telah terkondisikan, agenda dimulai dengan masuknya peserta ke Lobi Gedung Sertifikasi Guru. Beda dengan pada PRA PKMFT 23 Mei lalu, kali ini, yang menjadi MC adalah Miqdad Ramadhan (Teknik Mesin – 2013). Miqdad memulai acara dengan jargon klasik yang selalu diserukan yaitu jargon PKMFT UNJ 2015.
            Acara dimulai dengan pembacaan tilawah oleh Singgih Wicaksono (Teknik Mesin – 2013). Dilanjutkan dengan sambutan oleh tidak lain yaitu Ketua Pelaksana PKMFT UNJ 2015, Andri Sutomo, Andri disini mengatakan bahwa kita mengikuti PKMFT adalah untuk “memantaskan diri” seperti tujuan awalnya PKMFT UNJ 2015 di awal. Dengan cara bicara Andri, kami para peserta dapat merasakan feel bahwa kita dibutuhkan di Fakultas Teknik ini untuk membangkitkan kembali “Macan Kampus”.
            Sambutan dilanjutkan oleh Rizky Fajrianto (T.Elektro – 2012, Ketua BEM FT). Fajri disini menyampaikan beberapa targetan mengikuti PKMFT ini, yang pertama adalah sebagai penopang prestasi menuju kepengurusan BEMF. Satu lagi, Fajri menyatakan bahwa, jangan jadikan acara PKMFT ini sebagai ajang formalitas, namun jadikan sebagai suatu pengalaman yang tidak akan pernah dilupakan oleh para peserta. Ada lagi yang disampaikan oleh beliau yaitu, dalam PKMFT kita jangan mencari nilai, tetapi kita seharusnya mencari, apa yang dapat kita berikan untuk masyarakat kelak nanti. Dan satu kalimat penutup dari Fajri adalah, “Kader Hebat itu Mendengar,  dan Taat”.
            Dilanjutkan dengan seorang pengelola FT, sebagai penjabat yang sangat penting perannya dalam kebirokrasian FT. PKMFT UNJ 2015, kali ini yang memberikan sambutan ketiga adalah Ibu Dr. Tuti Iriani M, Si. Beliau juga menyampaikan beberapa maklumat yaitu, jadilah seorang pemimpin dari pemimpin diri sendiri. Apabila kita sudah dapat memimpin diri sendiri, InsyaAllah kita dapat mengatur yang namanya kepemimpinan di berbagai tempat.
            Setelah ini, MC, mengantarkan kami para peserta untuk melanjutkan ke agenda selanjutnya yaitu agenda Materi Pendidikan Kontemporer. Materi kali ini dimoderatori oleh Zainul Muttaqin (T.Sipil – 2013, Ketua HIMA SIPIL). Saat ini, Zain membacakan CV seseorang pembicara dan juga dosen yang terkemuka di Fakultas Teknik, yaitu pembacaan CV salah satu orang yang berpartispasi dalam gerakan Mahasiswa 1998, Bpk. Muhammad Yusro. Beliau akan menyampaikan materinya dengan menggunakan Presentasi.
            Bapak Muhammad Yusro, menyampaikan latar belakang kondisi Indonesia, bahwa Indonesia, memiliki kecenderungan Pendidikan yang gawat Darurat. Pertama, sekolah di Indonesia tidak memenuhi standar minimal untuk menyelenggarakan pendidikan. Juga, nilai dalam Instansi pendidikan tersebut belum tercapai dengan sukses, juga Peringkat Indonesia yang mendapatkan predikat tidak baik di kalangan ASEAN. Hal ini dapat disebabkan oleh para Masyarakat Indonesia yang jarang sekali untuk memiliki keminatan pada Membaca, dengan kekurangan minat baca ini, wawasan pengetahuan para masyarakat Indonesia belum tentulah luas. Juga, kekerasan asusila yang dilakukan oleh para Remaja Indonesia, dengan ini, moral sudah terlihat jelek di Indonesia ini.
            Di sisi, selain kekurangan, Indonesia juga memiliki kelebihan yaitu, Jumlah Institusi pendidikan meningkat, hal ini menyebabkan terbukanya lapangan pendidikan bagi para peserta didik untuk menempuh alur kependidikannya. Kedua, jumlah anak yang mendapatkan pendidikan dasar dan menengah meningkat, hal ini dikarenakan juga oleh gratisnya pendidikan saat ini yang didukung oleh Pemerintah. Ketiga, jumlah buta huruf di Indonesia juga berkurang secara signifikan. Dan yang terakhir adalah, mahasiswa saat ini, berlipat ganda.
            Nah, inilah tugas kita sebagai penggerak instansi pendidikan untuk mencerminkan sosok Pendidik yang baik kepada mereka, para peserta didik. Jadilah seorang pendidik yang berpenampilan seperti layaknya Super Hero yang bertandakan logo Tut Wuri Handayani di dadanya. Dengan ini, kita dapat menjadi teladan yang pasti dicontoh oleh para peserta didik. Janganlah menjadi salah satu orang yang memilih untuk kerja diluar dibandingkan kerja di dalam. Jadilah seseorang yang bekerja diluar, tetapi abdikan di negri sendiri. Jadi kita dapat merasakan sensasi International di negeri sendiri.
            Sebagai penutup dari Bpk Yusro, beliau menyampaikan bahwa, kita harus menjadikan Persekolah itu sebagai Taman bagi para Peserta Didik, dimana mereka dengan ceria menuntut Ilmu demi memenuhi amanah dari Orang Tua dan mendapatkan Pahala Allah SWT.
            Materi diberhentikan disini setelah penutup dan dilanjutkan sesi diskusi, setelah itu, kami diberikan waktu untuk melakukan ISHOMA. Dengan ini, kami dapat beristirahat sejenak, tetapi kami diminta untuk tepat waktu. Alhamdullilah penulis sendiri datang tepat waktu, setelah itu kami diberikan waktu untuk diskusi dengan para Fasil Kelompok kami, terbentuklah suatu konsepan jargon dan yel-yel dari beberapa kelompok seperti tujuan utama dikumpulkannya mereka. Agenda dilanjutkan dengan menonton cuplikan film dari Divisi Acara  PKMFT UNJ 2015, sementara Ketua Kelompok dikumpulkan untuk merundingkan beberapa maklumat, disini, di PKMFT kita dituntut untuk dapat mengabdi kepada Masyarakat, jadi kita memutuskan untuk mengabdi kepada Masyarakat FT dan mendirikan yang namanya Perpus Biru. Hal ini, akan disosialisasikan lebih lanjut oleh Koor Perpus ini, yaitu Randi Apriansyah (T.Elektro – 2014). Hal-hal yang bersifat teknis akan dipimpin oleh Randi, dan kami menyumbangkan Ide serta membantu dalam pengerjaan teknis tersebut. Setelah itu, para peserta dipersiapkan untuk mencatat beberapa barang bawaan yang harus digunakan di PKMFT 2015.
            Setelah rangkaian tersebut, kami dipersiapkan untuk pulang dan dikondisikan oleh TDK, dan akhirnya kami dapat pulang tepat waktu yaitu pada 14.50 WIB.
Quotes yang saya tangkap pada hari ini adalah, “Jadikanlah instansi pendidikan itu sebagai Taman, dimana kita dapat mengantarkan materi dengan santai kepada peserta didik”.
Best Regards


No comments:

Post a Comment