PRA PKMFT UNJ 2015 - 23 Mei 2015
Oleh : Rakha Ramadhana (1) T.Elektro/PTIK/2014
Tema :
Pemimpin yang Berkarakter Religius, Berpikir, dan Bertindak Solutif
Pembicara : Hernawan Tri Wibowo (T. Mesin 2010 – Ketua BEM FT 2012-2013)
Irvandi Faisal (T. Mesin 2011 – Ketua BEM FT
2013-2014)
Tanggal : 23
Mei 2015
Jumlah Peserta :
137 orang
Pra PKMFT UNJ 2015 dimulai pada jam 08.10 WIB, dan diawali dengan baris berbaris untuk merapihkan dan mendisplinkan para peserta PKMFT UNJ 2015, acara ini digelar di Gd. Sertifikasi Guru Lt.1. Setelah semua selesai ditertibkan dan disiplinkan, peserta digiring masuk ke dalam Gd. Sertifikasi Guru untuk duduk berhubung acara akan dimulai. Pra PKMFT UNJ 2015 ini dibuka dengan semangat oleh MC Ojaya Perbangsa (T.Elektro 2013 – Wakil Ketua HMJ TE 2015-2016), seperti pembukaan-pembukaan lainnya, kita memulai dengan mengucapkan lafadz basmalah dan pembacaan tilawah oleh Ahmad Roki Robbani (T.Sipil 2013 – Ka.Dept PSDM HIMA Sipil 2015-2016). Tidak afdol apabila pembukaan tidak memiliki sambutan dari Ketua Pelaksana, oleh karena itu, Andri Sutomo (T.Mesin 2013 – Ketua Pelaksana PKMFT 2015) melanturkan sambutannya. Sambutan oleh Andri, bernuansa semangat, kita bisa melihat semangat para peserta PKMFT berjumlah 137 orang mahasiswa.
Acara dilanjutkan dengan Ice Breaking yang di pimpin
oleh Ojaya Perbangsa, beliau memilih satu orang dari peserta untuk memimpin Ice
Breaking, dan peserta tersebut diminta untuk memilih satu orang lagi dari
laki-laki (berhubung yang memilih adalah perempuan). Mereka berdua mulai
memimpin Ice Breaking yang seru, lalu kami semua dipersiapkan untuk
mendengarkan sosialisasi Penugasan dan Kelompok oleh Ahmad Barkah (T.Mesin 2013
– Ka.Div Acara PKMFT 2015). Disini Barkah memberikan paparannya mengenai
penugasan-penugasan yang terbagi jadi dua yaitu individu dan kelompok, setelah
itu, dibagilah kelompok dari kelompok 1 hingga 14. Setelah itu Barkah mulai
mensosialisasikan terkait indikator penilaian yang akan diberlakukan setelah
disosialisasikan.
Setelah itu, para peserta diberikan kesempatan untuk
kumpul bersama fasil, tetapi dikarenakan beberapa fasil tidak dapat hadir, jadi
digantikan dengan fasil sementara. Selagi para peserta berdiskusi tentang
penentuan Ketua Kelompok dan Penugasan, panitia bersiap-siap untuk mengatur
alur ISOMA (Istirahat Sholat Makan). Setelah waktu habis untuk kumpul kelompok,
peserta dipersilahkan untuk Istirahat, Sholat, dan Makan. Ini semua diminta
untuk dilakukan di Masjid Nurul Irfaan. Peserta bergegas kesana dikarenakan
waktu untuk ISOMA hanya 30 menit (dari 12.10 – 12.40 WIB). Disini sistem
penilaian sudah diterapkan.
Setelah para peserta sholat Zhuhur dan makan,
peserta kemudian dikondisikan kembali di tempat duduk awal mereka dan
dipersiapkan untuk mendengarkan materi dari para Ketua BEM F periode sebelumnya
untuk sharing terkait kepemimpinan masa mereka. Sebelum hal tersebut dapat
dilaksanakan, seperti biasa, acara dibuka kembali oleh MC Ojaya, dan di suasana
dicairkan oleh adanya game Ice Breaking dari panitia maupun peserta (setelah
panitia). Dirasa sudah siap, panitia langsung mengondisikan untuk materi.
Materi yang akan disampaikan ini adalah terkait sharing-sharing tentang masa
Kepemimpinan pada masa Ketua BEMF sebelumnya. Agenda ini di moderator oleh
Rizky Fajrianto (T.Elektro 2012 – Ketua BEMFT 2015-2016). Fajri memulai materi
dengan pendahuluan seperti yang biasa dilakukan oleh beliau, yang mengangkat
tema dari PKMFT itu sendiri. Setelah menunggu sekian menit, datanglah dan
disambutlah oleh para peserta dua pemateri untuk sharing pengalamannya, yaitu Hernawan Tri Wibowo (T.Mesin 2010 – Ketua
BEMFT 2012-2013) dan Irvandi Faisal (T.Mesin 2011 – Ketua BEMFT 2013-2014).
Sharing, dimulai dengan sistem, moderator menanyakan
beberapa pertanyaan kepada dua pemateri tersebut, yang pertama adalah tentang,
Problematika yang ada di kepengurusan mereka, Bowo menjawab bahwa mereka
memiliki kendala signifikan yaitu, kurangnya hubungan baik terhadap Birokrat
Fakultas, dan Irvandi memiliki kendala kepada masa Kepemimpinannya yang
terpotong masanya dikarenakan diadakannya pemilu ulang.
Kedua, moderator menanyakan mengenai suatu perbedaan
yang signifikan atau yang di tawarkan oleh kepengurusan Bowo dan Vandi, Bowo
memiliki pola pikir yang sistematis, Bowo menggunakan konseptor yang sederhana
tetapi langsung pada intinya yaitu kerja, apa yang mereka mau, bagaimana cara
melakukannya lalu eksekusilah. Vandi ternyata juga memiliki pola pikir yang
sama tetapi lebih mengkonsep terlebih dahulu, rencanakan semua dengan hati-hati
dan lalu eksekusikan ide tersebut dan bergerak. Satu hal yang dikatakan oleh
Vandi, yaitu, tetaplah bergerak, kita harus selalu dinamis.
Pertanyaan terakhir, moderator menanyakan terkait
hal pengkaderan pada masa pemateri, hal ini difokuskan dengan meminta pendapat
mereka tentang bagaimana cara mengkader seharusnya. Menurut Bowo mengkader
suatu kader tidaklah harus dari kitanya untuk selalu membimbing mereka, tetapi
apa daya kita apabila mereka sudah kita kader dan tidak merespon dengan baik
dalam diminta memikul suatu amanah. Vandi mempunyai analilis tersendiri yaitu,
setiap orang mempunyai potensi, lalu tinggal bagaimana kita secara step by step untuk mengkader mereka.
Layaknya suatu pemimpin haruslah memimpin dengan berpikir kritis dan tidak
pernah diam di zona aman, seharusnya mereka itu selalu keluar dari zona aman
agar dapat menjadi seorang pemimpin kreatif pada setiap solusinya.
Setelah sesi tanya jawab oleh moderator selesai di
laksanakan, moderator lalu memberikan kesempatan kepada peserta untuk bertanya,
termin pertama dimulai dengan 3 penanya dengan pertanyaan yang berbeda-beda.
Pertanyaan-pertanyaan tersebut berhasil dijawab secara sistematis dan kreatif
oleh Bowo dan Vandi, moderator lalu melanjutkan ke termin tiga dengan
memberikan kesempatan kepada fakultas lain yang mengikuti PKMFT untuk bertanya. Pertanyaan tersebut juga
menunjukan sifat pemikiran kritis yang mereka miliki, Bowo dan Vandi, dapat
menjawab dengan menakjubkan dan memberikan motivasi untuk mereka menjadi kader
perubahan.
Waktu kemudian sudah di tandai oleh Panitia
menandakan sesi Sharing harus
ditutup, moderator lalu menutup dengan kata-kata bahwa “Seyogyanya Mahasiswa
itu Bermoral dan Intelektual”. Sesi sharing
pun ditutup dengan diberikannya penghargaan kepada kedua pemateri. MC lalu
masuk kembali dan menutup rangkaian acara, dan para peserta dikondisikan untuk
pulang kerumah masing-masing oleh (sie.) TDK. Rangkaian acara PRA PKMFT UNJ
2015 telah selesai.
Satu quote yang penulis ambil, “Mahasiswa itu
Bermoral dan Intelektual” – Rizky Fajrianto. Semoga kita dapat menjadi Mahasiwa
yang bermoral dan intelektual.
Best Regards
Rakha Ramadhana
#PKMFTUNJ2015
#BerpikirKreatif
#BertindakSolutif
#PKMFTUNJ2015
#BerpikirKreatif
#BertindakSolutif




No comments:
Post a Comment