PRESS RELEASE
Pelatihan Kepemimpinan
Mahasiswa UNJ 2016
Rakha Ramadhana
(Kelompok 8)
Chapter 1 : "Memulai Pergerakan"
Act 1.1 : Pergerakan Mahasiswa Hilang?
Tidak!
Pada hari Jumat (17/06/2016)
PKMUNJ hari pertama yang dilaksanakan di Kampus E PGSD UNJ. Dengan salah satu
pemateri yang pernah memiliki riwayat menjadi ketua BEM di Universitas
Indonesia, tidak lain beliau adalah Tri Andika Kurniawan. Materi yang disajikan
pertama kali ini adalah mengenai Manajemen Isu. Banyak sekali pencapaian yang
perlu didukung oleh setiap Mahasiswa. Dalam hal ini, bang Andika menjelaskan
bahwa Opini memang sangat dibutuhkan untuk mencapai suatu kepentingan. Materi
ini juga menjelaskan bahwa Opini Publik adalah opini yang bukan main-main. Kita
perlu mengetahui bahwa Opini belum tentu termasuk kedalam Fakta, namun, opini
adalah hasil evaluasi dan penilaian dari Publik.
Siapakah Publik itu? Publik adalah
sekelompok rakyat yang terstruktur, intelektual, dan merencanakan sesuatu
apapun sebelum dilakukannya aksi kedepannya. Dalam Elemen Opini yang diberikan
oleh bang Andika, kita perlu yang namanya Isu, sebagai sekarang Amanah yang
sudah didapatkan oleh BEM UNJ tersendiri sebagai Koordinator Pusat dalam BEM
SI, hal ini membuat, bahwa BEM UNJ adalah Pusat Pergerakan Mahasiswa.
Timbul suatu istilah ketika opini publik
timbul dan pihak-pihak yang menjadi kaum minoritas dikarenakan memiliki mindset yang berbeda akan timbul yang
namanya kondisi spiral of silence
pada diri mereka masing-masing. Hal ini memang sering disebabkan oleh Media.
Media pun adalah instrumen atau bisa dibilang senjata paling mematikan ketika
di isi oleh peluru yaitu opini.
Sebagai mahasiswa, kita memiliki tugas
bahwa, suatu kaum yang minoritas ini bisa saja berbicara dan tidak takut lagi
dengan yang namanya spiral of silence.
Kita sebagai mahasiswa memiliki kemampuan tinggi dalam hal lapangan. Sebagai
mahasiswa, pergerakan kita haruslah massive
meskipun ”opini” mengatakan bahwa pergerakan mahasiswa telah hilang. Sebagai
kaum yang akan dijadikan spiral of
silence kita tidak boleh luput dari segala aspek tindakan kita selama ini.
Terus bergerak dan pantang mundur. Mahasiswa tidak pernah kenal lelah, karena
Mahasiswa memiliki fungsi untuk merubah suatu kebijakan. Percaya dan jadilah
mahasiswa yang memiliki Mental Pergerakan. Hidup Mahasiswa!
Act
1.2 : Mental Pergerakan
Pada hari Sabtu (18/06/2016) materi
kali ini disampaikan oleh sahabat media kita yaitu Bapak Jonru, selaku pendiri
dari Jonru itu sendiri. Mental yang dimaksudkan oleh Bapak Jonru ini adalah
Mental kami sebagai mahasiswa, beliau berkata, tidak akan ada gunanya upaya
kita, apabila kita tidak memiliki mental itu sendiri. Bapak Jonru mengatakan
juga bahwa saat ini mahasiswa harus memiliki mental yang kuat. Mereka tidak
diperbolehkan untuk luput terhadap suatu yang bisa dibilang besar.
Bukanlah
suatu karakteristik mahasiswa apabila memang pada saat kejadian mereka menjadi
bermental kecil. Justru Mahasiswa adalah sebaliknya, mereka memiliki Mental
yang Kuat. Ketika kita sebagai mahasiswa diberikan kesempatan untuk bersuara,
maka bersuaralah. Jangan pernah takut akan apapun yang dapat mengurangi rasa
diri sebagai Mahasiswa, teruskan idealisme mahasiswa kita. Jadikan sekali lagi
pergerakan Mahasiswa kembali menjadi gerakan paling menatkutkan dalam
kepemerintahan.
Timbul lah kepada apa saja yang kita
harus persiapkan. Menurut bapak Jonru, kita harus memiliki senjata-senjata
sebagai berikut, yaitu Jabatan, Komunikasi / Orasi / Public Speaking, Tulisan, Inovasi,
Kekuasaan atau Popularitas”. Dengan hal tersebut maka Mahasiswa memiliki
persiapan yang maksimal dalam melakukan yang namanya Revolusi Mental
besar-besaran dan penyikapan terhadap suatu aksi demokratis. Sadarkah
teman-teman bahwa potensi tersebut dapat dilakukan oleh mahasiswa Indonesia?
Percaya dan yakinlah bahwa negara kita adalah Sleeping Giant.
Act
1.3 : Indonesia : Sleeping Giant
Pada hari Minggu (19/06/2016) materi ketiga PKM UNJ
di sampaikan oleh Pak Mosses Caesar Assa terkait Counter Intellegence. Apakah itu? Berikut
penjabarannya, Counter
Intellegence itu sendiri adalah bentuk pencegahan agar pihak oposisi tidak mendapatkan informasi apapun terkait kunci sisi kita yang dapat membahayakan keamanan dari wilayah kita. Dalam penjabarannya, bapak Moses mencoba untuk meyakinkan kita bahwa
Indonesia sendiri adalah negara yang akan memiliki sumber daya tersebesar dalam
tauhn 2050 nanti. Dimana semua bahan tambang sudah habis dan beralih kepada
bahan-bahan hayati. Kita mengetahui bahwa Indonesia merupakan salah satu daerah
Ekuator.
Dari hal inilah, kita harus bangga
menjadi mahasiswa Indonesia. Jangan lah kalian sebagai mahasiswa mencari
pekerjaan ditempat lain karena hanya memang karena tidak dihargai di Indonesia.
Percaya dan yakinlah, bahwa negara kita akan membuat iri negara-negara yang
lain, pada saat 2040 nanti. Percayalah, tenaga kita akan lebih digunakan nanti.
Semua ini mengacur terhadap perjuangan kita untuk memeperjuangkan pemerintahan
yang benar sebelum kita pada akhirnya akan berada pada kondisi seperti
tersebut. Selalu jadikan momen ini, sebagai momen pergerakan oleh Mahasiswa.
Sebagai suatu dasar, bahwa Indonesia adalah bangsa yang kuat, dan tidak akan
mati apabila melepas kerjasama.
Mahasiswa Ideal, adalah mahasiswa yang
mementingkan akademik dan juga turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi
mereka. Jadilah mahasiswa seperti itu, jadilah mahasiswa yang di rindukan
bangsa. Karena sekarang ini, banyak sekali yang namanya peristiwa degradasi
moral. Janganlah jadi seperti yang lain, berbedalah dalam aspek pergerakan.
Indonesia kita berpotensi, maka perjuangkanlah!
No comments:
Post a Comment